ket foto : Karangan bunga ucapan Selamat Hari Jadi Pemkab Labuhanbatu ke-81 Tahun 2026 dari H. Prabowo Subianto Presiden RI (Munthe Florist).Inset : Indra Rinaldi Tanjung, Wakil Ketua DPC Gerindra Labuhanbatu.(ist)
Rantauprapat – Papan bunga atas nama Presiden RI yang terpajang dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu menjadi sorotan. Politisi Partai Gerindra mempertanyakan keaslian papan bunga tersebut dan mengaitkannya dengan instruksi efisiensi anggaran Presiden.
Papan bunga bertuliskan ucapan selamat dari Presiden RI Prabowo Subianto itu terlihat berada di lokasi acara HUT Pemkab Labuhanbatu ke-81 yang digelar pada 17 Oktober 2026.
Kehadirannya justru menimbulkan tanda tanya di kalangan internal Partai Gerindra sendiri.”Kami mempertanyakan, papan bunga Presiden RI itu beneran atau akal-akalan? Kalau beneran, siapa yang pesan, pakai anggaran apa? Kalau akal-akalan, ini pelecehan simbol presiden,” ujar Wakil Ketua DPC Partai Gerindra Labuhanbatu, Indra Rinaldi Tanjung, kepada Pilarpendidikan.com, Sabtu, 18 Oktober 2026.
Menurut Indra, ada dua kemungkinan yang sama-sama bermasalah jika tidak dijelaskan secara terbuka oleh panitia HUT. Pertama, jika papan bunga tersebut benar-benar dikirim atas instruksi Istana, maka patut dipertanyakan urgensinya di tengah instruksi efisiensi.
Kedua, jika papan bunga tersebut dibuat oleh panitia daerah sendiri dengan mencatut nama Presiden, maka hal tersebut merupakan pelanggaran etika serius.”Ini harus dijelaskan. Jangan sampai nama Bapak Presiden dipakai untuk melegitimasi acara yang justru bertentangan dengan kebijakan beliau sendiri,” tegasnya.
Sorotan tersebut berkaitan dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD. Dalam perpres tersebut, Presiden Prabowo Subianto secara tegas menginstruksikan pemangkasan belanja seremonial, kegiatan yang bersifat hura-hura, serta penggunaan anggaran yang tidak berdampak langsung pada masyarakat.
“Perpres Nomor 1 Tahun 2025 itu jelas semangatnya adalah efisiensi. Presiden minta semua kepala daerah, termasuk kader Gerindra, untuk mengencangkan ikat pinggang. Fokus ke penanganan rakyat, bukan ke pesta-pesta dan papan bunga,” kata Indra.
Sebelumnya, Pemkab Labuhanbatu menggelar 11 rangkaian kegiatan dalam peringatan HUT ke-81 di tengah kondisi kabut asap yang menyelimuti wilayah Labuhanbatu. Kondisi tersebut menuai kritik karena dinilai tidak sensitif terhadap situasi kesehatan masyarakat.Indra menilai, pemasangan papan bunga Presiden di acara yang menghabiskan anggaran untuk 11 kegiatan seremonial justru berpotensi menyudutkan Presiden.
“Kesannya Presiden merestui pemborosan anggaran di daerah. Padahal Presiden sendiri yang teriak efisiensi. Ini yang kami jaga marwahnya,” ujarnya.
Hingga berita ini ditayangkan, redaksi Pilarpendidikan.com telah melayangkan konfirmasi kepada Kadis Kominfo Ahmad Fadly Rangkuti, S.T.,M.Kom., melalui pesan whats app ke no kontak beliau, Minggu (18/10) walaupun pesan terkirim yang ditandai dengan centang dua, namun blm ada respon/ jawaban.
Selain itu, untuk pemberitaan lanjutan redaksi juga berupaya mengonfirmasi kepada Sekretariat Presiden melalui Biro Pers untuk memastikan kebenaran pengiriman papan bunga ucapan selamat HUT Pemkab Labuhanbatu ke-81 dari Presiden RI.
Sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik, berita ini disusun dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah, keberimbangan, dan memberikan ruang hak jawab. Redaksi membuka ruang hak jawab bagi Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu dan pihak terkait untuk memberikan klarifikasi.[fh/mhr]

