Bukan Sekadar Pesta,  Hari Jadi ke-81 Labuhanbatu Momentum Melawan Inflasi

Oleh: Mahra Lazuardi Harahap

Rantauprapat – Jelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu yang jatuh pada 17 Oktober 2026, langkah strategis dan konkret mulai dibangun untuk menstabilkan perekonomian daerah.

Pengendalian lonjakan harga barang atau inflasi menjadi fokus utama. Kebijakan ini menegaskan bahwa perayaan hari jadi tidak boleh hanya diisi dengan hura-hura dan seremoni nostalgia semata, melainkan harus memiliki makna khusus yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

Pasar Murah sebagai Wujud Nyata

Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu hadir dengan menyisipkan program ekonomi kerakyatan melalui sinergi pengendalian harga pangan dengan Strategi 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Perayaan hari jadi pun diubah menjadi wadah gotong royong untuk memperkuat daya beli dan menyejahterakan masyarakat. Salah satu wujud nyatanya adalah pelaksanaan pasar murah di Pasar Tradisional Gelugur, Kecamatan Rantau Utara.

Selain itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan kepada masyarakat di wilayah pesisir yang paling terdampak fluktuasi ekonomi.

Untuk menyemarakkan hari jadi, Pemkab Labuhanbatu bersama berbagai organisasi menggelar serangkaian kegiatan kemasyarakatan, antara lain Turnamen Bulu Tangkis, Turnamen Bola Voli Piala Bupati 2026, Turnamen Tenis Lapangan, Kejuaraan Otomotif Mini 4WD Piala Bupati Rantauprapat, Turnamen Sepak Bola Antarpelajar, Lomba Seni-Literasi, Semarak Musik Pesisir, Fun Run 10K, dan hiburan rakyat yang menghadirkan artis ibu kota.

Mencegah Dampak Sosial Inflasi

Pengendalian inflasi mutlak dilakukan. Pasalnya, tekanan ekonomi berat berpotensi memaksa prioritas keuangan keluarga hanya untuk kebutuhan pangan. Kondisi ini dapat berimbas pada meningkatnya angka putus sekolah dan pekerja anak.

Selain itu, tekanan psikologis dan stres ekonomi juga dapat mengganggu keharmonisan rumah tangga yang berujung pada tingginya angka perceraian serta gangguan kesehatan mental masyarakat.

Dampak sosial lain yang perlu diwaspadai adalah turunnya kelas menengah menjadi kelompok rentan miskin akibat tabungan yang tergerus hanya untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

Terkait potensi menurunnya kualitas gizi keluarga hingga risiko stunting pada anak akibat konsumsi makanan instan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu Hj. Tuti Noprida Ritonga, http://S.Si., Apt., M.M., belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Sementara itu, terkait potensi peningkatan angka kriminalitas dan kerentanan sosial seperti kejahatan jalanan, pencurian, perampokan, hingga konflik sosial di tengah masyarakat, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Labuhanbatu AKP M. Jihad Fajar Balman, http://S.Tr.K., S.I.K., juga belum memberikan keterangan.

Salah satu fenomena yang marak terjadi akibat tekanan ekonomi adalah jeratan pinjaman online (pinjol) yang berujung gagal bayar karena masyarakat tidak mampu menutup biaya hidup harian.

Tetap Bertahan di Tengah Kenaikan Harga

Di tengah situasi tersebut, pelaku usaha kecil tetap berupaya bertahan. Arifin (40), pemilik Warkop AFF di Jalan Kotapinang, Kota Rantauprapat, mengaku tetap mempertahankan harga jual meski harga bahan baku naik.

“Meskipun harga bahan baku naik sekitar 15 persen dari harga biasa, kami tetap kendalikan agar harga jual tidak ikut melonjak karena inflasi,” ujar Arifin, Senin (12/10/2026).

Menurutnya, sebagai masyarakat kecil, momentum Hari Jadi ke-81 Labuhanbatu harus tetap dimaknai sebagai upaya bersama melawan inflasi.

“Jadi, masyarakat seperti saya saat momentum hari jadi tetap melawan inflasi. Harga kopi segelas tetap sama seperti hari-hari biasa, belum ada kenaikan,” tandasnya.

Ia berharap puncak perayaan Hari Jadi Labuhanbatu nanti dapat membuat warung miliknya ramai pengunjung dan mampu mendongkrak ekonomi keluarganya.

Tanggung Jawab Bersama

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Labuhanbatu, Abdi Jaya Pohan, S.H., M.H., menegaskan bahwa pengendalian inflasi merupakan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan daerah.

“Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu, pelaku usaha, distributor, dan masyarakat harus terus diperkuat demi menciptakan stabilitas harga dan menjaga perekonomian daerah,” kata Abdi, Senin (15/09/2026).

Menurutnya, momentum hari jadi harus dimanfaatkan untuk menggalakkan aksi nyata Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

“Karena itu, pesta rakyat harus mampu menjadikan Hari Jadi sebagai momentum melawan inflasi,” tegasnya.

Keberhasilan menekan inflasi akan menjadi bukti nyata kinerja positif di bawah kepemimpinan Bupati Labuhanbatu dr. Hj. Maya Hasmita, http://Sp.OG., http://M.KM., periode 2025-2030, bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD).

Capaian tersebut diharapkan menjadi kado istimewa yang dipersembahkan kepada masyarakat pada Hari Jadi ke-81 Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu, dengan slogan “Cerdas Bersinar, Membangun Desa Menata Kota” sebagai paradigma pembangunan yang menekankan keseimbangan kemajuan desa dan kota secara berkeadilan dan berkelanjutan.

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *